Sahabat Balon Gas

balon gas

Pernah melihat balon? Pasti pernah ya, hidup dijaman apa dan di negeri mana kalau belum pernah melihat balon. Benda lentur banyak warna yang bisa bikin anak kecil nangis berjam-jam demi dibelikan benda bulat ini.

Seperti halnya saya yang sangat menyukai balon. Apalagi balon udara. Balon gas saja saya sering membelinya dulu (kalau sekarang udah ngga dong!) Waktu kelas 6 SD, entah apa yang ada di dalam pikiran saya.

Tiba-tiba saja saya memiliki sebuah ide aneh (hmm..ide aneh dari anak aneh? Pastinya jadi hal yang gak aneh..okey, stop membicarakan yang aneh-aneh, hihihi)

Kalau saya tidak salah ingat hari itu adalah liburan sekolah. Dan kebetulan saya sedang tidak ada jadwal ‘road show’ ke rumah sanak famili. Seharian saya hanya di rumah. Bermain dengan si koming yang makin hari makin manja.

Tiba-tiba saya teringat pesan Bu Mis (guru SD favorit saya) untuk membuat sebuah cerita liburan saat sekolah kembali. Walah.. saya paling anti yang namanya mengarang indah dan bercerita (ini beneran loh!)

Sudah itu kami dulu juga harus memiliki seorang sahabat pena. (Kalau sekarang, masih ada gak ya yang punya sahabat pena?) Walah, saya tidak suka menulis dan saya juga ‘malas’ untuk mengarang. Huff!! Andaikan tugas mengarang tidak pernah ada. Siapa sih yang mencetuskan ide membuat karangan?! Tulisan kok dikarang? Tapi berdasarkan pengalaman.. Haduh pusing saya!

Okey, balik lagi mengenai balon! Iseng-iseng, saya mencoba sebuah peruntungan dalam mencari sahabat pena. Dengan apa? Yak, dengan balon gas! (thanks to Abang balon gas yang selalu setia lewat di depan rumah)

Bagaimana caranya? Sambil menanti si Abang balon datang, saya menulis seperti ini:

Hai, salam kenal.. Perkenalkan, nama saya tia. Saya tinggal di (mencantumkan alamat) Kalau kau menerima balonku ini, maukah kau menjadi sahabatku? Kirimkan sepucuk surat ke alamatku tadi sebagai tanda kau menerima suratku dan mau menjadi sahabatku.. Yah, kira-kira begitu isinya.

Waktu itu saya membuat surat sebanyak 10 buah yang kemudian dimasukkkan ke dalam balon-balon dan diisi dengan gas. Untuk melakukan hal ini saya terpaksa ‘puasa jajan’ hampir seminggu. Secara uang jajan saya digunakan untuk membeli balon. (Efek lainnya adalah si abang tukang balon eksis mampir ke rumah saya selama semiggu ke depan buat nawarin saya balon lagi, ckckckck..)

Setelah semua balon diisi dengan gas, saya pun bersiap untuk menerbangkannya. Bersama denga beribu (okey, lebay! Hanya sebuah harapan) harapan agar balon ini diterima dan sampai kepada orang yang ‘tepat’.

Sambil ditemani si abang tukang balon yang masih termangu melihat keganjilan ini. (Ganjil lah, kok balon dibeli trus diterbangin lagi) Saya menerbangkannya dengan senyum penuh harap.

Lima menit..sepuluh menit..setengah jam.. tiga jam berlalu…

Saya menyadari satu hal, bagaimana mungkin balon-balon itu sampai ke suatu tempat dan di baca oleh orang? Dalam radius beberapa ratus meter dari permukaan tanah, balon-balon itu akan meletus karena panas matahari.

Hahahaha.. saya menyadari kebodohan yang saya lakukan! Yah, setidaknya saya punya cerita di liburan ini. Cerita bodoh tepatnya. Sampai akhirnya..

“Assalamualaikum…”
“Wa’alaikumsalam..” hmm, siapa yang datang sore-sore gini.
Saat membuka pintu rumah, saya menemukan seorang anak sebaya saya berbadan kecil (kalau tak mau dibilang kerempeng) nyengir kuda sambil memegang balon berwarna biru bertuliskan ‘Tia’s Property’ di bagian luarnya.
“Nih, balon kamu..Tadi nyangkut di pohon jambu aku,” katanya sambil menyodorkan sebuah balon berwarna biru yang sudah mulai mengempis kehabisan gas helium. Dan sayapun akhirnya menememukan sahabat bukan pena.. Sahabat Balon Gas.

Advertisements

4 thoughts on “Sahabat Balon Gas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s