Jakarta: STING Back To Bass Tour 2012

stingbacktobasstour

Dentum irama yang mulai mengalunkan nada If I Ever Lose My Faith, kontan membuat seluruh penonton di Mata Elang International Stadium (MEIS) Ancol bersorak menyambut kehadiran Gordon Matthew Thomas Sumner atau yang lebih dikenal dengan nama STING, Sabtu malam, 15 Desember 2012 lalu.

Meskipun usianya sudah lebih dari setengah abad, ternyata tidak menjadikan STING kehilangan pesonanya di atas panggung. Ia tetap bisa memukau jutaan pasang mata dan membuat mereka semua bernyanyi bersama di awal acara.

Every Little Thing She Does Is Magic menjadi lagu kedua yang dibawakan, yang langsung disambut sorak sorai penonton dengan gegap gempita. Aksi panggungnya pun tetap menarik dan sangat enerjik. Betotan bassnya dalam Englishman In New York di lagu ketiga seperti menggiring saya menuju kenangan masa kecil yang cukup melekat. Sedikit berbeda dengan lagu yang biasanya ia bawakan, kali ini Englishman In New York diberi sedikit sentuhan reggae yang membuat lagu ini terdengar ‘fresh’ dan santai.

Kejutan Kecil

Di konsernya kali ini, STING banyak memadukan berbagai elemen musik mulai dari jazz, reggae, hingga worldbeat yang ia kemas cantik dalam setiap musik yang dibawakan dalam konsernya. Pria yang pernah meraih 16 grammy award ini memang terkenal piawai dalam memadukan berbagai jenis musik serta terkenal ‘jago’ soal musik instrumental. Tak heran jika banyak penonton dibuat terpukau oleh musik-musik yang ia bawakan, karena selalu mendapat kesan ‘baru’ dalam tiap penampilannya.

STING tampil dengan iringan seorang keyboardis, drummer, serta gitaris yang selalu mendampinginya dalam setiap konser. Seorang pemain biola yang jauh lebih muda dari usia STING membuat sentuhan penampilan mereka jadi semakin keren. Belum lagi backing vocal wanita yang tak kalah ciamik suaranya saat mendampingi STING dalam bernyanyi.

sting

Usia Bukan Penghalang

Setelah 18 tahun sejak konser terakhirnya di Jakarta, ia menyapa seluruh penonton yang hadir malam itu dengan sapaan hangatnya. Tampak guratan-guratan halus di wajahnya karena termakan usia. Meskipun begitu, pria asal Inggris ini tetap saja memiliki pesona yang luar biasa sehingga membuat semua orang yang hadir malam itu terpana.

Penampilannya yang casual, hanya dengan kaos lengan panjang plus celana jeans justru makin memperlihatkan tubuhnya yang atletis dan membuat seluruh penonton wanita berteriak histeris.Tak tampak sekali usia menjadi masalah bagi seorang penyanyi professional sekelas STING. Apalagi saat tiga buah lagu dibawakan tanpa henti oleh STING bersama band-nya, Hung My Head, Fields of Gold, Driven To Tears dan Message in A Bottle yang membuat konser semakin meriah.

 Saatnya Unjuk Gigi

Setelah De Do Do Do De Da Da Da – lagu yang pernah dipopulerkan bersama The Police- dibawakan,  STING mulai menunjukkan aksinya dalam bermain bass. Petikan dawai-dawai bassnya sangat lembut namun pasti. Seperti tak mau kalah, aksi-aksi pemain band lainnya juga membuat semua orang terpana. Jari-jari lentik yang memencet tuts hitam putih dari kibordisnya David Sancious, seperti menari bebas tanpa beban. Menjentikan jari dan menguntai nada-nada yang membuat saya semakin melongo  dibuatnya. . Bergantian dengan sang gitaris kepercayaannya, Dominic Miller dan drummer Vinnie Colaiuta yang meski menua tapi gebukan drumnya masih mantap.Gesekan biola dari violinis Peter Tickell penuh energi dan membuat semua penonton bertepuk tangan dengan riuhnya.

4 Encore!

Awalnya, Roxanne dijadikan sebagai lagu penutup konsernya. Tapi sepertinya, 18 tahun bukanlah waktu yang sebentar bagi penggemarnya melihat aksi panggungnya terakhir kali di Jakarta tahun 1994 silam. Akhirnya, Dessert Rose yang ditunggu-tunggu banyak penonton jadi pembuka encore yang langsung disusul oleh Every Breath You Take yang membuat penontn semakin enggan meninggalkan kursinya. Disaat semua penonton mengira konser benar-benar usai, STING melantunkan Next To You yang membuat penonton berhamburan kembali ke depan panggung.

Lampu panggung telah padam. Penonton benar-benar sudah mengira konser STING kali ini usai. Disaat  penonton tengah bersiap, STING kembali ke tengah panggung dan memainkan dawai-dawai gitarnya melantunkan lagu Fragile yang diambil dari album keduanya yang pernah di rilis tahun 80-an. Seolah STING menutup konsernya ini dengan penuh kerinduan serta meninggalkan jejak terdalam bagi siapa saja yang menyaksikan. “How fragile we are.. how fragile we are…

Hanya sayang, When We Dance yang banyak sekali orang nantikan tidak dibawakan malam kemarin. Tapi secara keseluruhan, penampilan STING benar-benar menjadi obat rindu yang mujarab bagi siapa saja yang ‘mengenal’ lagu-lagu miliknya sejak awal ia berkarir di dunia musik.

Jakarta, 17 Desember 2012

*terima kasih Pak Boss yang memberikan tiket ini sebagai hadiah akhir tahun 😀

Foto saya pinjam dari Antara dan Kompas Online.

Advertisements

2 thoughts on “Jakarta: STING Back To Bass Tour 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s