Surat Untuk Nelli

meandnelli

Tak terasa, hari yang paling kamu tunggu akan segera datang. Cukup satu tangan saja untuk menghitung mundur hari besarmu. Hari yang selalu kamu bicarakan dulu sekali. Hari yang sering kita jadikan obrolan saat petang merayap datang di sabtu malam sambil berbincang-bincang layaknya orang pintar. Yaa, kita memang pintar bukan? Hehe

Tiba-tiba saja aku mengenang banyak hari yang kita lewati bersama. Mungkin benar kata orang, wanita memang senang menyimpan kenangan. Tapi buatku, kenangan ini memang layak untuk disimpan dan dibuka kembali suatu hari nanti. Sedangkan aku, memilih sedikit membukanya hari ini.

Mungkin aku akan sangat merindukan hari-hari dimana kita selalu menghabiskan Sabtu malam bersama. Bukan malam minggu yang banyak dinanti setiap pasangan. Sabtu malam kita, membicarakan hal-hal paling happening saat itu atau hanya sekedar diam dan saling mendengarkan.

Cerita senang, tawa bahagia, gundah di hati, atau bahkan duka yang sering kita lewati tentu akan selalu jadi momen paling kurindukan dari sekian banyak kebersamaan kita. Mungkin aku terdengar seperti orang yang patah hati. Tapi aku tidak merasakan itu semua. Kehilangan mungkin, tapi sedih? Tentu itu tak aku rasakan.

Terlalu banyak cerita terpilin diantara kita, dan terlalu sulit untuk aku ceritakan kembali satu-satu. Semuanya sudah terekam manis di sini. Di hati. Sebentar lagi, akan ada ksatria manis yang akan menjagamu. Tandanya, tugasku menjagamu sudah selesai. Tapi, peranku sebagai sahabatmu tentu tidak akan pernah selesai sampai kapanpun.

Beberapa hari lagi, statusmu sudah berubah. Bukan lagi sebagai Nona Guru, tapi akan berubah menjadi Nyonya Heru. Tak banyak pesan yang kuberikan untukmu, hanya doaku satu semoga kamu bahagia selalu. Membina keluarga yang selalu mendapatkan restu dan diberkahi anak-anak yang lucu. Baik itu Kama atau pun Cakra, siapapun nama mereka nantinya.

Selamat berbahagia, kamu! Doaku selalu teriring sejak dulu, kini, dan nanti… Jadilah istri dan Ibu yang selalu membanggakan untuk keluargamu. Dan tetap jadi sahabat kecilku yang selalu bisa kuandalkan setiap waktu. Meski fisik tak lagi bisa bertemu selalu.

 

Dari aku yang selalu menyayangimu..

 

Nona Wulan 🙂

Advertisements

One thought on “Surat Untuk Nelli

  1. Pingback: Surat untuk Nelli | arnellisheru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s