Perihal Jabat Tangan

jabattanganBerkenalan dan mengenalkan diri, itu yang paling disuka saat menyusuri tempat baru. Mengulurkan tangan, menggenggam, dan tersenyum, sederhana saja. Tapi itu justru awal bermula apakah semua cerita bisa mengalir sesudahnya atau cukup diam dan menjaga jarak beberapa hasta. Setidaknya itu menurut saya.

Ada kalanya, mereka, orang-orang baru yang saya temui hanya ‘memberikan’ genggaman sekadarnya saja. Terkesan dingin, dan memberikan jarak dengan orang yang baru dikenalnya. Saya sendiri kadang merasa ‘tidak diterima’ ketika berjabat tangan dengan orang-orang seperti itu. Tidak ada hangat yang menjembatani pertemuan ini.

Tapi saya maklum, saya hanya makhluk asing untuk mereka. Pun mereka untuk saya. Tapi, buat saya itu penting, dimana kepercayaan biasanya mengalir pelan namun pasti melalu jabat tangan. Dan dari jabat tangan saya bisa menerka apakah saya bisa diterima atau tidak dihatinya. Itu saja.

Jakarta, 8 Januari 2013 ; 15.10
*foto dipinjam di sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s