Pukul Dua Dini Hari

“Bangun! Ini sudah waktunya!”

“Memang sudah jam berapa sekarang?”

“Dua dini hari. Waktunya kita bergerak!”

Mereka mulai mengendap-endap ke ruang tengah. Beradaptasi dengan remangnya malam dan berusaha agar tidak membangunkan si empunya rumah.

BRUK!

“Hush! Hati-hati! Kau tidak mau membangunkan seisi rumah, kan?”

Sebuah vas keramik besar ditubruk rekannya yang berbadan lebih besar hingga nyaris membuat vas bergeser dan jatuh. Namun kini ia mulai berjalan kembali, berusaha lebih berhati-hati. Tak ingin membangunkan pemilik rumah, pun tak ingin ‘dikeramasi’ rekannya lebih lama.

“Itu dia sasaran kita!”

Bergegas mereka menuju almari incaran sejak lama. Di dalam almari itu tersimpan harta berharga yang sudah mereka incar berminggu-minggu lamanya.

“Hei ambil seperlunya, jangan rakus!”

Seperti tak mengindahkan pesan temannya, ia mulai memakan semua makanan yang ada di almari. Ia melahap semua makanan seperti tak pernah melihat makanan seumur hidupnya saja.

“Jangan RAKUS! Banyak perang…”

CTAAR!

“Dasar kau bodoh! Lihat hasil perbuatanmu itu!”

Si tikus pemarah langsung meninggalkan si tikus gembul yang mencicit meminta pertolongan karena terperangkap jebakan tikus yang dipasang oleh si pemilik rumah.

Depok, 13 Januari 2013
#13HariNgeblogFF Hari ke-2

Advertisements

3 thoughts on “Pukul Dua Dini Hari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s