Rindu Arinda

Arinda, kamu belum tidur kan? Bisa online skype?

Pesan singkat dari Bayu membuat Arinda terlonjak gembira. Dengan segera ia mengetikkan pesan balasan.

Arinda: Ah, tentu saja sayang! Kamu pasti terlalu merindukan wajah manis kekasihmu ini, bukan?

Bayu: Haha, pastinya! Mana mungkin aku bisa melupakanmu sedetikpun jika kamu masih terus saja berlari-lari kecil di benakku yang tak seberapa luasnya ini? Aku merindukanmu, Arinda.

Arinda: Aku juga begitu merindukanmu.Kamu jangan lama-lama tugas di sana ya! Aku bisa mati lumutan di sini, kalau kamu nggka segera menjemput rindu ini dengan sebuah peluk dan kecupan. Hehe…

Disela memainkan jemari dengan tuts telepon selular, otak Arinda sibuk membuat percakapan. Membuatnya tersenyum geli membayangkan setiap adegan dan percakapan yang ia buat sendiri. Tak lama, sebuah pesan balasan dikirimkan Arinda.

Okey, Mas. Saya online 5 menit lagi. Untuk materi meeting sudah saya kirimkan via email. Apa masih ada yang kurang?

Message sent.

Tolong segera kembali, Bay. Dan balas kangenku, segera!

Save as draft.

Sebongkah rindu menginginkan tuannya, yang kini hanya berada di tumpukan rindu lainnya dalam kotak bernama draft berharap untuk segera di balas.

Depok, 18 Januari 2013
Flash fiction ini sebenarnya termasuk salah satu tantangan di #13HariNgeblogFF tapi satu hari kan hanya satu FF, bukan? Hehehe.. #HappyReading

Advertisements

6 thoughts on “Rindu Arinda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s