Tunggu di Sini Saja, Aku Menujumu!

waiting

Sore itu, ada seorang laki-laki datang dan menyengajakan diri duduk tenang di sampingku. Tiada kata, hanya diam saja. “Aku temani ya,” hanya sebuah tawaran sederhana yang terlontar di awalnya. Aku hanya melihatnya sekilas dan menganggukan kepala. Tak ada kata-kata untuknya.

Aku memilih untuk berdiam diri di dermaga tua. Menikmati sore yang menghantarkan senja ke peraduan terakhirnya. Menelusupkan angin dalam peparu yang tak seberapa leganya. Aku sedang tak ingin bicara. Aku sedang menikmati diamku untuk beberapa waktu.

Hingga tiba waktunya, aku beranjak pergi. Tak peduli dengan si pria berkuncir kuda yang sudah rela menemaniku sejak tadi. Ia pun tak tergerak hati untuk menahanku atau sekadar menanyakan akan kemana aku pergi malam itu.

Iya, malam sudah merayap datang. Kini, si pria berkuncir kuda hanya ditemani angin malam yang kurang ajar menusuk-nusuk tulang. Aku pergi dan enggan untuk menoleh apalagi kembali. Setidaknya cukupkan hariku saat itu.

Beberapa hari berlalu, aku kembali ke dermaga tua. Kudapati si pria yang sama sudah lebih dulu duduk di sana. Di tepian dermaga tempat aku bertemu dengannya kali pertama. Sebuah buku bersampul cokelat lusuh jadi kawan setia selain rokok kretek yang ia hisap dalam-dalam di sela ia membaca.

Ia menoleh saat aku datang tetiba. Sepertinya itu mengejutkannya, meski kedatanganku sudah seperti dugaannya. Tak ada kata ia lontarkan, hanya diam yang ia sajikan. Aku, memilih duduk di sampingnya. Masih juga diam. Begitu seterusnya hari-hari kami lalui dalam diam. Entah siapa yang lebih dulu duduk di sana. Aku atau dia.

Hingga suatu sore, aku tak menjumpainya di tepi dermaga tua. Hanya secarik kertas kekuningan yang tertahan kaleng minuman yang masih utuh. Di dalamnya ada sebuah coretan tangan yang tak pernah kulihat sebelumnya.

Jangan kemana-mana, tunggu saja di sini. Aku sedang menujumu…

Dan begitu hari-hari berlalu. Aku menunggu pria berkuncir kuda itu tanpa tahu kapan ia akan kembali dan memenuhi janji di kertas yang ia tinggalkan untukku.

Jakarta, 24 Januari 2013
#13HariNgeblogFF Hari ke-12
*foto dipinjam di sini

Advertisements

One thought on “Tunggu di Sini Saja, Aku Menujumu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s