Kenapa Menulis

Kenapa menulis? Pertanyaannya sederhana, tapi kadang saya bingung menjelaskannya. Alasan saya mungkin sama dengan sebagian besar orang pada umumnya. Tapi, ada beberapa alasan yang paling mendasari alasan saya memilih untuk menulis. Ini dia beberapa poinnya:

1. Lost Short Term Memory. Saya memiliki masalah dengan ingatan. Sejak sakit di masa sekolah dulu, ada beberapa hal yang mengganggu syaraf memori saya. Apapun yang saya bicarakan, pikirkan, bisa hilang begitu saja. Bahkan untuk kata-kata yang sudah ada di kepala.

2. Remembering Moments. Saya suka mengingat momen, bahkan untuk obrolan paling absurd yang saya lakukan dengan kawan. Setidaknya ada hal yang menurut saya bisa dipelajari atau mungkin sekadar mengingat kejadian itu. It’s priceless!

3. Perkaya Rasa. Dengan menulis, saya mencoba memperkaya rasa. Rasa apapun yang ada di hati, saya coba tuangkan ke dalam bentuk tulisan. Dengan begitu saya masih bisa peka dengan lingkungan sekitar, dan masih bisa bersosialisasi dengan manusia lainnya.

4. Menyembuhkan. Yang ini kok kesannya saya gila ya? Hehe. Jadi begini, saya selalu punya makhluk kecil di kepala yang selalu berbicara banyak hal dan berkomunikasi dengan hati dan batin saya. Dan pada akhirnya obrolan saya selalu tumpah ruah dan saya harus menuangkannya dalam tulisan. Jika tidak dilakukan, saya bisa uring-uringan. Menulis jadi salah satu ‘obat’ nya.

5. Penyaluran Emosi. Saya tipe anak yang ekspresif cenderung moody. Saat ini bisa sangat senang dalam hitungan detik bisa sedih dan seketika bisa kembali ceria. Ada emosi yang meluap-luap di hati saya saat melihat kejadian apapun itu. Biasanya saya tidak mau menyimpannya terlalu lama di hati, jadi saya tuangkan untuk bisa dibuka kembali di suatu sore nanti.

Ketika tulisan yang saya buat itu dibaca dan dikomentari orang lain, ada rasa senang yang tidak bisa saya deskripsikan. Bentuk apresiasi sederhana walaupun kecil kelihatannya, tapi punya imbas yang cukup besar. Buat saya pribadi, komentar apapun bisa jadi picu untuk terus menulis. Tidak pernah puas hanya dengan satu tulisan saja. Menulis itu candu! Hehe..

Saya masih ingat komentar Hilda, kawan saya, beberapa tahun lalu. “Ka, kenapa nggak coba nulis novel?” ucapannya kala itu membuat saya berpikir. Tulisan saya masih sangat jauh dari kata layak untuk diterbitkan dan masih belum konsisten. Jadi, untuk langkah awal saya mencoba mencambuk diri saya dengan mencoba konsisten menulis. Salah satunya melalui blog ini.

Genre tulisan saya juga masih belum terlihat. Awal-awal menulis saya sering menulis jurnal dan kejadian yang saya alami di jalanan (dulu saya sering berada di jalan). Menurut Isal, kawan monyet saya, tulisan-tulisan saya cenderung komedi. Dia selalu menagih tulisan lucu saya lainnya. Tapi ternyata itu sementara. Semakin kesini saya jarang menulis itu. Apa mungkin selera humor saya menurun ya? Hmm…

Sempat vakum menulis cukup lama, lebih dari setahun. Ada sedih yang tak bisa dibendung ketika ada seseorang yang menantikan tulisan kita, tapi saat itu kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kesibukan menjadi alasan utama.

Terakhir adalah Jonathan, kawan saya di Surabaya. “Kamu gak perlu jadi orang lain, jadi aja diri kamu sendiri. Gak  perlu jadi Dee idola kamu itu, dan gak perlu jadi Atre juga yang kamu sukai gaya penulisannya. Kamu ya kamu, dan buat saya kamu itu kayak Hilman yang terjebak dalam tubuh Dee *please jangan bayangin* dengan unik yang kamu punya sendiri. Setidaknya itu buat aku pribadi.”

Haha entah itu pujian atau cercaan, tapi saya cukup terhibur dengan kata-katanya.

Intinya, saya menulis ingin memuaskan hati saya terlebih dahulu. Sukur-sukur kalau ada yang baca sampai akhirnya ninggalin jejak.. hihi.. Diseriusin sampai jadi buku? Itu mungkin impian saya selanjutnya, tapi tentu tidak semudah itu. Saya masih harus terus berlatih. Dan kritikan, adalah salah satu cara untuk tahu sejauh mana pembaca menyukai tulisan ini.  Hohoho… semangat! 😀

 

Jakarta, 11 Oktober 2012
*tulisan ini saya temukan saat sedang merapikan file-file tulisan yang berceceran. Ternyata saya pernah menulis ini tahun lalu. Hehe.. semoga jadi cambuk semangat saya hari ini dan seterusnya dalam menulis. 🙂

Advertisements

21 thoughts on “Kenapa Menulis

      • haha.. ya nggak yang personal juga sih.. tp kalau emang menarik untuk jadi pelajaran baik untuk orang lain, why not? 😀

        kalau saya seneng baca cerpen juga. Jadi seneng baca2 cerpen orang.. Nah, sekarang lagi coba catatan perjalanan yang dikemas seperti cerpen. Mungkin jadi menarik. Atau malah nggak ya? hehe..

      • Hmm..nggak kayak 5cm juga. Pernah baca Perjalanan ke Atap Dunia? Itu catatan perjalanan. Tapi menarik karena dikemas kedalam novel. Menurut saya malah lebih asyik dibandingkan 5cm sih 😀

        tapi, apapun bentuk tulisannya yang penting nyaman dulu untuk menulis. Menulis karena hati jauh lebih enak dibaca, dalam bentuk apapun. Hehe.. 😀

      • saya cuma nulis di blog ini kok mas.. kalau mau baca iseng2 flash fiction saya juga boleh. Dikomentarin dikritik dikasih masukan makin seneng 😀

  1. “*tulisan ini saya temukan saat sedang merapikan file-file tulisan yang berceceran…” hihi kadang juga suka kaya gini. Klo lagi macet nulis di kertas terus disimpan dan lupa. Setahun kemudian baru inget pernah nulis hal itu :))
    Salam kenal, lets keep writing 😉

  2. suara-suara di kepala, ah,… mereka banyak sekali jumlahnya 🙂
    keep writing. mungkin someday bisa join bikin sebuah cerita yang bukan nggak mungkin menjadi sebuah, buku? :))

    aku pernah dan selalu memimpikannya. membuat sebuah buku sendiri, memang belum tercapai. tapi kini, saya mesti merasa berbahagian dan bersyukur bahwa cerita saya bisa dibaca dan semoga dinikmati khalayak luas karena sudah terbit dalam kumpulan cerita. keep writing and inspiring.

    cheers :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s