Rindu, Aku Pulang

Ada kerinduan yang datang pagi ini. Bukan kerinduan akan makhluk malam seperti bertahun-tahun silam. Bukan kerinduan akan angin selatan yang sekarang enggan berhembus diantara bilik hati. Dan bukan juga kerinduan akan nyanyian parau si gagak hitam di tengah rimbunnya pepohonan.

Rindu ini bukan seperti kerinduan yang kusebutkan.

Rinduku sederhana saja. Aku rindu mencumbu jejeran aksara yang terangkai dari jemari yang bebas menari seketika saat angin rindu menelusup di dada. Rindu berdialog dengan makhluk kerdil di kepala yang menuntun jemariku yang lugu untuk bernyanyi tanpa nada, tanpa suara.

Dan aku begitu rindu menggauli tuts hitam usang yang kini terduduk lesu di sudut meja pualam di tengah gelapnya ruang kerja.

Aku ingin pulang. Pulang ke pelukan ‘rumah’ku yang saat ini senyap tanpa kata dan menebus rindu yang mulai berkecamuk dengan liarnya. Aku tak ingin lagi berdusta pada dunia bahwa aku baik-baik saja. Tidak. Aku tidak baik-baik saja.

Aku merindu..

Aku ada dalam buai cinta seorang panglima yang mencoba membumikan semua cerita. Aku tak mau terbuai akan kata-katanya hingga lupa menuangkan kata-kataku sendiri yang berjejalan di kepala.

Kini, aku siap kembali. Menjadi aku yang berdendang riang dalam balutan kata-kata dan menarikan jemari seperti sedia kala.

Untukmu, siapa saja di luar sana, aku pulang.

Kemang, 11 April 2013

Advertisements

2 thoughts on “Rindu, Aku Pulang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s