Doa Sederhana

Di luar, titik-titik hujan mulai mereda. Kurapatkan sweater hijau pupusku dan menyilangkan tangan mencari setitik hangat di sela-sela ketiak. Dia masih berceloteh tentang harinya. Bagaimana ia melewati hari ini hanya di depan leptop kesayangannya.

Ia juga bertutur tentang bagaimana sesiangan tukang pompa air begitu ributnya hingga membuat ia tak bisa memejamkan mata. Ia, pria yang ada di hadapanku kini, yang tak pernah berhenti membuatku tersenyum, takjub, dan bersyukur.

Tanpa pernah ia sadari, aku banyak belajar hidup darinya. Aku belajar menganal cinta karenanya. Ia, lelaki yang menyengajakan diri datang ke ibu kota demi menjemput cintanya. Ia yang tak pernah akrab dengan  riuhnya kota dan padatnya kopaja memilih berdamai dengan itu semua demi satu cinta.

Malam semakin larut. Butir-butir hujan mulai berjejalan tergesa menyapa makhluk bumi kembali. Ia menatapku, menarik tanganku yang masih mencoba mencari hangat dari balik sweater tipis yang ternyata tak bisa menghalau dinginnya malam.

Ia menggosok-gosokkan telapak tanganku diantara telapak tangannya. Mencoba menghangatkan telapakku yang mulai memucat.Ada getar yang menelusup riang di tubuhku. Ada sesuatu yang bergejolak di dalam perutku. Dan ada getar irama yang mengalun di dalam hatiku.

Ia masih bercerita, kali ini tentang cerita wayang yang memang kusuka. Ia menceritakan sisi lain seorang Rahwana, musuh dari Rama yang sangat kejam namun begitu romantis terhadap Dewi Shinta. Jika membangun taman asoka menjadi sangat romantis, buatku apa yang ia lakukan baru saja sudah sangat romantis. Sederhana, tapi ini yang kadang terlupa.

Seperti ada hukum alam yang mengaitkan lengkung senyum di bibirku saat melihat matanya yang membulat, mengerjap, ketika menceritakan tentang apa yang sedang dilakoninya. Ia selalu membuatku menyunggingkan senyum hanya dengan melihatnya bercerita.

Ada doa yang terangkai perlahan saat melihat wajahnya. Doa sederhana yang kupinta kepada Tuhan agar mengijinkanku sakinah bersamanya. Menjadi ­pendamping lelaki di hadapanku. Menjadi bagian dalam cerita hidupnya dan membaginya di suatu sore bersama buah hati kami nantinya. Semoga Tuhan mengabulkannya.

Dan malam ini aku hanya perlu menikmati kebersamaan kami berdua dalam rinai hujan yang mengalun perlahan dan menghilang di tengah gelapnya malam.

12 April 2013 ; 21.13

Advertisements

14 thoughts on “Doa Sederhana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s