MARAH

MARAH. Itu yang saya rasakan pagi ini. Ketika ada yang berjalan tidak pada aturannya. Ketika hak-hak menjadi terpinggirkan karena ego yang terlalu dimanjakan pemiliknya.

Ada kecewa yang menggunung tak tertampung, hingga nyaris meledak tak tentu arah. Atau jangan-jangan marah saya sudah meledak? Entahlah. Saya tak tahu dengan pasti.

Kini, yang saya coba pahami adalah bagaimana cara meredamnya. Mengikhlaskan, berdialog kembali dengan hati, atau mencoba untuk mengerti. Meski saya tahu pasti amarah saya ini untuk sesuatu yang benar untuk diperjuangkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s