Smartphone (Kadang) Bukan Smartuser

Judulnya ekstrem? Tapi memang begitu, bukan? Saat ini pengguna smartphone di Indonesia sangat banyak. Jangankan mereka yang berduit, masyarakat kelas bawah pun sudah dapat membeli smartphone karena saking bersaingnya harga smartphone.
Namun sayangnya tidak dibarengi pengguna yang smart.

Baiklah, smartphone yang saya bicarakan akan saya persempit. Saya (masih) pengguna blackberry, meski sebagian besar kawan-kawan saya beralih ke Android dan Apple, saya masih menggunakannya. Kenapa?

Pertama karena saya tipe orang yang setia pada gadget selama gadget itu (masih) mampu memenuhi semua kebutuhan saya. Kedua karena BB yang saya miliki itu merupakan hadiah dari lomba menulis yang tak pernah saya ikuti (seorang teman mengirimkan tulisan saya ke panitia lomba). Dan ketiga, kebutuhan saya masih terlampau banyak sehingga dana untuk mengganti gadget belum jadi prioritas. Hehehe.. Klise ya.

Hmm.. kebanyakan prolog. Kembali ke topik 😉

Belakangan, saya sangat terganggu dengan teman-teman saya yang sering BM alias broadcast message yang isinya,sumpah nggak penting sama sekali. Sekalinya penting, mereka nggak pernah untuk kros cek lebih dulu kebenarannya.

Contoh?

Ada doa-doa yang katanya kalau dikirimkan kepada sejumlah orang akan membantu mengalirnya rejeki. Apabila tidak disebarkan akan ada musibah yang menimpa Ibu atau keluarga.

Oh please! Sejak kapan manusia jadi Tuhan? Kenapa meminta rejeki jadi berpatokan pada berapa jumlah pesan yang harus dikirim? Agak menggelikan! Ironisnya, yang mengirimkan itu orang-orang yang cukup berpendidikan. Nggak tanggung-tanggung, sarjana semua lho!

Lalu ada lagi yang mengirimkan pesan membutuhkan bantuan. Biasanya darah. Karena modusnya membutuhkan bantuan, biasanya orang dengan mudah menyebarkan pesan tersebut. Padahal, ada modus dibalik penyebaran pesan tersebut.

Ada oknum yang mengumpulkan nomor telepon setiap orang untuk kebutuhan jualan. Seperti broadcast KTA ataupun online shop. Ini kebangetan!

Sejak tahu hal ini, saya selalu memastikan kalau memang orang yang di dalam pesan membutuhkan bantuan dengan cara invite PIN yang ada. Untuk urusan donor darah, biasanya saya infokan ke @justsilly. Tim beliau yang akan follow up masalah itu. Apakah  info itu benar atau hanya hoax.

Belum lagi yang setiap pagi harus test contact tak berkesudahan. Daripada nyebar TC seperti itu, kenapa nggak sekalian sapa? Bertanya kabar, itu jauh lebih beretika dibanding harus menyebar TC seenaknya. Hmm..kadang kita lupa cara bertegur sapa. Atau memang sudah dilupakan cara silaturahmi itu?

Ada lagi yang jualan. Broadcast message barang dagangannya, jelas itu sangat mengganggu. Bagaimana kalau misalnya si penerima pesan tengah menunggu pesan yang sangat penting. Tapi saat melihat lampu LED berkedip ia berharap orang yang ditunggu tapi ternyata hanya pesan tanpa ‘isi’ yang datang. Coba sekarang diubah posisinya, bagaimana rasanya?

Kesemua masalah di atas sudah biasa? Hmm.. bagaimana dengan yang ini. Saya baru-baru ini merasakan terganggu dengan masalah satu ini.

Recent update pada BB saya tidak saya matikan. Toh saya jarang memperhatikan recent update seseorang. Sampai suatu hari saya iseng membukanya. Alamaaaakkk!

Ada seseorang di daftar teman saya yang bergonta ganti nama dalam selang waktu 10 menit. Bergonata ganti status dalam beberapa detik. Up date lokasi terakhirnya belum lagi status jejaring sosial yang dikaitkan ke status BB nya. Ada lagi yang menuliskan pesan untuk suaminya di kolom status itu.

Untuk yang satu ini saya tidak pernah habis pikir. Kok bisa?! Pesan personal seharusnya tidak ditujukan untuk khalayak umum. Ah, atau mungkin budaya memang sudah bergeser bahkan berubah? Atau saya yang terlalu kuno menyikapinya?

Pastinya, saya terganggu. Tidak sedikit yang akhirnya saya hapus dari daftar teman di BB. Buat saya, komunikasi tidak terbatas pada chat BBM saja. Saya masih menyimpan nomor telepon orang tersebut. Kalaupun saya ingin tahu kabarnya ataupun ada keperluan lain saya akan menghubunginya via sms atau telepon.

Kalau cara saya ini dibilang kuno, monggo. Tapi saya memilih untuk tidak jadi orang yang kepo dan tidak ingin terganggu dengan intrik per-BB-an. Kalau kalian merasa terganggu dengan tulisan saya ini karena terlalu nyinyir, monggo di unfollow. Hehehe.. :p

Advertisements

10 thoughts on “Smartphone (Kadang) Bukan Smartuser

  1. Wuaaaaaaaaaaaaahhhh… gue banget ini maaaaaahh. Kebetulan gue juga pengguna smartphone (bukan BB sih, dikasi sama mr.big aja gue ogah kemaren), android sih lebih tepatnya, yang gue betein justru datang dari provider sendiri, kampretos banget ngirim promo, dikiranya hp gue ladang iklan apa? Pernah gue dag-dig-dug nunggu pesan penting, yang nongol malah promo provider, pengen gue timpuk aja tu hp (tapi nggak jadi, emang providernya mau ganti? kagak. haha).

    Kalo soal broadcast doa itu, gak cuma via bbm kok mbak e, lewat sms aja masih, gue biasanya blokir sih (black list di hape gue jangan ditanya deh panjangnya. hehe), ganggu kadang, timing nya suka gak tepat. Lagian aneh bener, moso doa mesti via sms? Wong doa dalam hati aja tuhan denger kok. hehe

    *eaaaaaaaaa, gue jadi curhat panjang lebar. haha*

  2. hahahaha. dah sering banget ini sih. 😀
    saya termasuk yang setiap hari Broadcast – isinya ya #TGFTD yang ada di blog saya. Itu aja sering dicaci sama yang menerima. macam2lah.
    kalau ada BM yang soal “forward ke 10 teman dan akan mendapatkan keberuntungan” dll, saya sih cuma read dah. diemin aja.

    Pernah dapat BM soal Sampoerna Foundation – beasiswa untuk anak SD/SMP – BM lama sebenarnya tapi kembali ramai. Itu dah dipastikan hoax kok. jadi saya ingatkan yang BM untuk BM ulang mengenai kebenaran berita itu.

    Lucu sih sebenarnya. smartphone itu sebenarnya hanya alat, tapi kesannya jadi ‘diperalat’ olehnya. 😀

    • Iya, soal sampoerna itu Hoax. Saya pernah cari tahu informasi itudulu.

      Hehe bener yaa, kesannya kayak bergantung dan diperbudak 😀 hehe.. jadi bijak2 lah yaa.. *piss 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s