Namaku Hujan

hujan

Perkenalkan, namaku Hujan. Di kemarau aku dirindukan. Di berbagai daerah aku dinantikan. Namun tidak di Jakarta. Saat kumenari, umpatan kudapatkan, makian dan hinaan dilontarkan, hanya karena lalu lintas yang lumpuh total. Lantas aku harus bagaimana? Kepada siapa lagi aku menuju ketika harap tak jua tersampaikan…

*otak saya kembali random saat terguyur hujan pagi tadi. foto pinjam di sini

Advertisements

10 thoughts on “Namaku Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s