27

 

Happy birthday to you..
Happy birthday to you..
Happy birthday… Happy birthday..
Happy birthday to you…

Lantunan lagu sederhana yang sudah akrab di telinga sejak usia setahun kini terdengar riang mengalun dari voice note yang dikirimakan beberapa orang teman. Senyum tersungging rasa haru merayap lambat seketika lagu selesai mengalun.

Hari ini memang hari lahirku. Lebih tepatnya tanggal lahirku, tapi belum jam kelahiranku. Tapi ucapan mengalir sejak malam berganti. Senin menjadi selasa. Tanggal 3 menjadi tanggal 4. Usia 26 menjadi 27.

Hari ini usiaku bertambah satu, kontrakku justru berkurang satu. Usia ku kini tidak lagi terbilang belia. Usia yang banyak orang bilang adalah usia matang dan sudah cukup untuk membina rumah tangga atau bahkan membesarkan anak-anak lucu yang mungkin sedang belajar jalan bersama ayahnya.

Usia dimana kebanyakan wanita ngeri menghadapinya, tapi justru tidak denganku. Aku justru berbahagia menyambut usia baru. Merasa senang dengan perpaduan dua angka yang menurutku menghasilkan sebuah angka baru yang tinggi nilainya. Sembilan!

Aku bersyukur dengan semua rasa yang kumiliki hingga detik ini. Semua rasa bahagia yang kunikmati karena aku masih memiliki orang-orang yang menyayangiku begitu besarnya. Memiliki rasa sedih yang mengingatkanku bahwa ada rasa bahagia yang jauh lebih indah. Dan ada rasa kehilangan yang membuatku semakin bersyukur bahwa aku masih memiliki Tuhan yang akan selalu ada dimanapun aku  dan kemanapun aku melangkah.

Kini, di usia baruku pintaku sederhana meskipun tetap saja tidak satu. Tentu sehat yang ingin kudapat setiap harinya agar aku bisa terus berbagi senyum bahagia untuk mereka di luar sana. Dan meminta Tuhan menjaga ia yang akan diberikan tugas mulia menjagaku di dunia dalam kondisi apapun. Aku tahu, saat ini aku tak mau menanyakan ‘kenapa’ karena aku tidak ingin menggugurkan ranting pahala yang sudah ada. Tapi aku hanya memohon agar ketika saat itu tiba, kami berdua memang menjalankannya dalam jalurmu, Tuhan.

Sebelum kupejamkan mata, selamat bertambah usia Aku. Semoga tidak melulu keakuan yang kutorehkan, kuharapkan kekamuan yang terselip dalam senyuman. Dan kekitaan yang terukir mantap menata masa depan.

Advertisements